News

7 Tren Teknologi 2018: Semua tentang Kecerdasan Buatan

10 Tren Teknologi 2018: Semua mengenai Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan menjadi tren teknologi sepanjang 2017. Tahun depan, teknologi ini diprediksi akan sangat diandalkan dalam sekian tidak sedikit  sektor, mengingat kampanye Internet of Things pun bakal gencar dilakukan.

Kecerdasan buatan alias artificial intelligence memungkinkan manusia melakukan pekerjaan lebih efisien. Perusahaan teknologi global pun berlomba-lomba menciptakan algoritma teknologi ini. Sebut saja, Google, Microsoft, Facebook, Apple, dan Amazon.


Selain kecerdasan buatan, tentunya ada teknologi lain yang akan bersinar tahun depan. Berikut merupakan 10 tren teknologi kepintaran produksi yang diprediksi akan menjadi tren sepanjang 2018:

1. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)


Gartner, firma riset global, menyebut 59 persen organisasi sedang mengumpulkan informasi guna membina kepintaran produksi mereka sendiri. Harapannya, teknologi ini dapat menambah pemungutan keputusan, pengalaman pelanggan, dan memburu model bisnis lain. Intinya: memajukan sebuah badan. Gartner memprediksi akan lebih tidak tidak banyak mesin pintar, robot, kendaan mandiri, dan smart advisors.

2. Aplikasi Pintar dan Analisis


Hal ini masih berkaitan dengan kecerdasan buatan. Setiap perangkat pintar, baik itu smartphone, laptop, maupun wearable device, diprediksi akan dicantumkan software pintar yang menggunakan chipset artificial intelligence. Aplikasi pintar ini mungkin akan menjadi bagian dari hidup kita. Keberadaan sederet aplikasi pintar berpotensi mengubah kultur kantor dan pekerjaan sehari-hari.

3. Perangkat Pintar


Speaker pintar, drone, mobil swakemudi dan smart television adalahmisal dari perangkat pintar (intelligence things). Seperti aplikasi pintar, teknologi ini memanfaatkan kepintaran produksi dan mesin pembelajaran (machine learning) untuk pengoperasiannya. Dan pada 2018, perangkat pintar tampaknya akan semakin populer. Bahkan, tidak tidak banyak analis teknologi meramalkan kelahiran perangkat yang bisa beroperasi tanpa bantuan manusia.

4. Paduan Komputasi Cloud-Edge


Gartner memprediksi pada 2020 akan ada 26 miliar perangkat teknologi yang akan terhubung melalui jaringan Internet. Namun, di satu sisi, komputasi awan (cloud) telah mustahil lagi mengatasi beban pusat data, khususnya soal kecepatan, keamanan, kapasitas, jaringan, dan manajemen data. Karena itu, dibutuhkan pengembangan baru, yakni edge computing.

Teknologi ini merupakan gabungan dari cloud dan sistem pengiriman (edge). Paduan ini akan memberikan model pengiriman data lebih efisien dan menjadikannya lebih aman.

5. Admin Virtual


Pernahkah anda bingung saat mengunjungi masalah pada ponsel tetapi layanan call center 24 jam tidak ada yang mengusung? Teknologi ini di bina guna memecahkan masalah tersebut. Teknologi tentunya berbasis kecerdasan buatan, yang berarti akan memangkas biaya dan jauh lebih efisien. Dan, mungkin saja, ke depannya "admin virtual" ini bukan sekadar teks, tetapi berbentuk avatar yang bisa diajak berbicara langsung.

6. Pengambil Keputusan Bisnis


Dengan majunya kepintaran produksi diperbanyak sistem jaringan yang luas, tidak tidak banyak perusahaan yang memanfaatkannya untuk mengambil keputusan binis (event-driven). Teknologi kepintaran produksi kerap digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat.

7. Blockchain


Anda dapat menginginkan blockchain sebagai buku besar yang ditempatkan di sebuah ruang terbuka dan dapat dimulai oleh siapa saja. Sepanjang 2017, blockchain seringkali dipakai untuk mencatat transaksi di dalam jaringan bitcoin. Tahun depan, blokchain diprediksi akan mencakup database, keamanan, analisis, manajemen moneter, dan identitas. Namun, lantaran legalitasnya masih dipertanyakan, bisa saja teknologi ini belum dipakai di tidak tidak banyak negara.                           

About ono lirik

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.